Senin, 29 Juli 2024

PENGERITAN KOLONIALISME DAN IMPERIALISME

1.      PENGERTIAN KOLONISME DAN IMPERIALISME

Istilah kolonialisme berasal dari bahasa Yunani, yaitu 'colonia' yang artinya tanah atau pemukiman jajahan.

Menurut Abdurakhman dan Pradono dalam Explore Sejarah Indonesia Jilid 2 (2018), kolonialisme adalah pengembangan kekuasaan suatu negara melalui pembentukan pemukiman di luar wilayah negaranya.

Pemukiman baru yang dibentuk di luar wilayah tersebut kemudian dinyatakan atau diklaim sebagai bagian dari wilayah negara penjajah. Dengan kata lain, kolonialisme merupakan tindakan untuk menguasai suatu negara atau wilayah lain.

Kolonialisme umumnya dilakukan oleh negara-negara yang memiliki kekuatan militer yang kuat. Contohnya seperti Portugis, Spanyol, Belanda, dan Inggris. Negara-negara tersebut berhasil menguasai negara-negara lainnya termasuk Indonesia.

Sementara itu, imperialisme berasal dari kata 'impere' dalam bahasa Yunani yang artinya memerintah. Imperialisme adalah bentuk yang lebih luas dari penjajahan di mana suatu negara mencoba untuk memperluas pengaruh ekonomi, politik, atau budayanya atas negara-negara lain.

Usaha memperluas pengaruh ini tidak harus menjadikan wilayah jajahannya sebagai koloni. Seringkali negara imperialistik akan menggunakan berbagai alat kekuasaan untuk mengendalikan negara-negara yang lebih lemah.

Alat kekuasaan yang dimaksud bisa berupa diplomasi, ekonomi, hingga militer.

Berdasarkan penjabaran di atas, maka dapat diketahui bahwa perbedaan antara kolonialisme dan imperialisme terlihat dari tingkat kontrol dan metode penerapannya.

Imperialisme dibagi menjadi 2 yaitu berdasarkan waktu dan tujuannya, yaitu:

a.      Imperialisme berdasarkan waktunya

-          Imperialisme kuno, muncul sebelum revolusi industri di Inggris yang terdorong oleh 3G yaitu GoldGospel dan Glory.

-          Imperialisme modern, muncul setelah revolusi industri. Terdorong karena faktor ekonomi dan kebutuhan industri pada waktu itu.

b.      Imperialisme berdasarkan tujuan

-          Imperialisme politik, untuk menguasai seluruh kehidupan politik suatu negara

-          Imperialisme ekonomi, untuk menguasai sektor perekonomian negara lain

-          Imperialisme kebudayaan, untuk menguasai nilai-nilai kebudayaan suatu negara

-          Imperialisme militer, untuk menguasai negara lain karena dianggap memiliki wilayah strategis yang bisa memperkuat pertahanan

 

2.      PERSAMAAN DAN PERBEDAAN

1)      Persamaan:

Menguntungkan negara penguasa atau negara yang melakukan kolonialisme dan imperialisme serta membuat negara tersebut makmur, sedangkan negara yang menjadi korban menjadi sengsara

 

 

 

 

2)      Perbedaan:

Dikutip dari Byjus, berikut ini penjelasan perbedaan antara kolonialisme dan imperialisme:

Perbedaan

Kolonialisme

Imperialisme

Metode penerapannya

Menguasai suatu wilayah secara fisik

Melakukan kontrol secara langsung atau tidak langsung atas suatu wilayah agar dapat mengikuti kebijakan dari negara jajahan

Pengaruh di sistem sosial

Akan ada perpindahan penduduk ke wilayah terjajah

Tidak selalu diikuti perpindahan penduduk di wilayah penjajah

Sejarah dimulainya

Dimulai sejak abad ke-15 oleh bangsa Eropa ke wilayah Asia dan Afrika

Dimulai sejak zaman kuno kekaisaran Romawi

Tujuan

Mengeksploitasi sumber daya

Memperluas perbatasan dan memproyeksikan kekuatan

 

3.             CONTOH KOLONIALISME DAN IMPERIALISME

Mengenal kolonialisme dan imperialisme membantu masyarakat modern memahami peristiwa sejarah kompleks yang menjadi dasar pembentukan dunia saat ini.

Contoh kolonialisme dan imperialisme bisa dilihat dari peristiwa sejarah yang pernah terjadi di dunia.

Dikutip dari Stanford Encyclopedia of Philosophy berikut beberapa contoh kolonialisme dan imperialisme yang ada di dunia:

1)      Contoh kolonialisme

o    Kolonialisme Belanda kepada Indonesia yang telah berlangsung sejak 1800 hingga 1942.

o    Pengambilalihan India oleh Inggris pada tahun 1858 hingga 1947.

o    Kolonialisme Inggris ke Afrika di abad ke-19.

o    Peristiwa Prancis membangun koloni dan pemerintahan baru di Afrika pada 1850.

2)      Contoh imperialisme

o    Ekspansi dan kontrol Kekaisaran Romawi ke berbagai wilayah di benua Eropa.

o    Imperialisme Bangsa Mongol dalam menaklukan berbagai kerajaan di berbagai belahan dunia pada abad ke-14.

o    Dominasi Tiongkok atas sektor perdagangan Vietnam di tahun 111 SM hingga 983 M.

o    Prancis mengontrol Vietnam pada paruh akhir tahun 1800-an.

FAKTOR PENJELAJAHAN SAMUDRA BANGSA EROPA

Abad ke-15 merupakan periode penting bagi kehidupan bangsa-bangsa Eropa. Pasalnya, abad ini berkaitan erat dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan semangat menemukan dunia baru. Selain itu, jatuhnya Konstantinopel pada 1453 ke tangan Turki Usmani (Ottoman) juga berdampak besar bagi bangsa Eropa. Peristiwa tersebut membuat pedagang Eropa tidak bisa lagi membeli rempah-rempah dari Asia. Oleh karena itu, bangsa Eropa berlomba-lomba mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama di bidang pelayaran untuk menemukan dunia Timur, yang mereka kenal sebagai daerah penghasi
l rempah-rempah. Namun, rempah-rempah bukan satu-satunya faktor yang melatarbelakangi penjelajahan samudra oleh bangsa Eropa.

Pencarian Rempah-Rempah

Faktor utama yang mendorong orang Barat datang kedunia Timur adalah keinginan untuk mencari rempah-rempah. Pasalnya, rempah-rempah merupakan komoditas perdagangan yang menjadi primadona di Eropa. Iklim Eropa yang dingin menyebabkan bangsa Eropa sangat membutuhkan rempah-rempah untuk menghangatkan tubuh. Selain itu, rempah-rempah juga digunakan sebagai bahan pengawet makanan saat musim dingin. Oleh karena itu, para pedagang Eropa tetap akan membeli rempah-rempah meskipun harganya sangat mahal.

Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Pada masa renaisans, ilmu pengetahuan dan teknologi di Eropa mengalami perkembangan pesat. Periode ini juga mendorong munculnya berbagai teori yang merupakan bukti perkembangan ilmu pengetahuan. Hal inilah yang mendorong terjadinya penjelajahan untuk membuktikan kebenaran teori-teori dari ilmuwan Barat. Teori-teori yang dimaksud antara lain:

Nicolaus Copernicus

Dalam bukunya yang berjudul De Revolutionibus Orbium Coelestium, Nicolaus Copernicus menuliskan pendapat tentang perputaran planet-planet. Nicolaus Copernicus mencetuskan Teori Heliosentris yang menyatakan bahwa bumi berputar mengelilingi matahari, begitu pula dengan planet-planet lainnya. Menurutnya, jika seseorang berjalan dari satu titik ke arah barat, maka akan kembali ke titik semula. Teori ini kemudian dibuktikan oleh para pelaut Portugis dan Spanyol melalui penjelajahan samudra dari rute berlawanan yang kemudian bertemu di Maluku.

Galileo Galilei

Galileo Galilei sepakat dengan Teori Heliosentris milik Copernicus yang menyatakan bahwa bumi itu bulat dan mengitari matahari.

Sir Isaac Newton

Sir Isaac Newton menunjukkan bahwa bintang, planet, dan benda-benda antariksa bergerak dengan ketepatan yang dapat diramalkan seperti gerak jam. Kenyataan tersebut menjadikan pikiran manusia sanggup merangkum menjadi beberapa persamaan sederhana. Perkembangan teknologi dalam bidang perkapalan dan astronomi semakin menambah semangat bangsa-bangsa Eropa melakukan penjelajahan samudra. Pada masa itu, mereka mampu membuat kapal besar yang tahan terhadap ombak besar serta dilengkapi dengan kompas sebagai sistem navigasi. Baca juga: Sistem Ekonomi Liberal pada Masa Kolonial dan Kondisi Masyarakat

Semboyan Gold, Glory, dan Gospel

Perjalanan bangsa Eropa ke Timur juga dilandasi semboyan Gold, Glory, dan Gospel. Semboyan Gold mendorong mereka memburu kekayaan berupa emas, perak, dan bahan tambang lain yang berharga. Sebab, menurut paham ini, suatu negara dikatakan makmur apabila mempunyai emas yang melimpah. Semboyan Glory berarti kejayaan, yang mendorong berkembangnya imperialisasi kuno. Berdasarkan imperialisasi kuno, kejayaan sebuah bangsa dilihat dari banyaknya wilayah koloni yang dimiliki. Kondisi ini mendorong bangsa-bangsa Eropa untuk memiliki daerah kekuasaan yang luas. Penjelajahan bangsa Eropa ke Timur juga membawa misi suci dari gereja, yaitu menyebarkan ajaran injil (Gospel). Setiap kapal yang melakukan penjelajahan samudra selalu diikuti kelompok misionaris, yang menganggap menyebarkan ajaran injil merupakan panggilan hidup dan tugas mulia. Mereka kemudian memanfaatkan daerah koloni sebagai tempat menjalankan misi tersebut.

Kedatangan bangsa Eropa di Indonesia

Dalam proses penjelajahan samudra, bangsa Eropa akhirnya menemukan daerah penghasil rempah-rempah, salah satunya adalah Indonesia. Terlebih lagi, rempah-rempah yang dibutuhkan di Eropa sebagian besar dimiliki Indonesia. Seperti contohnya cengkeh, pala, dan lada. Cengkeh tumbuh subur di Ternate, Tidore, Moti, Makian, dan Bacan. Pala merupakan tanaman endemik Pulau Banda, sementara lada ditemukan di sebagian besar wilayah Sumatera dan Jawa. Ketiga jenis rempah-rempah tersebut paling banyak diburu pedagang Eropa. Proses kedatangan bangsa Eropa di Indonesia diawali oleh Portugis, kemudian disusul oleh Prancis, Spanyol, Belanda, dan Inggris. Referensi: Makfi, Samsudar. (2019). Masa Penjajahan Kolonial. Singkawang: Maraga Borneo Tarigas.

 

Referensi: Makfi, Samsudar. (2019). Masa Penjajahan Kolonial. Singkawang: Maraga Borneo Tarigas.

JALUR PENJELAJAHAN SAMUDRA BANGSA EROPA KE INDONESIA


Salah satu latar belakang para pedagang Eropa mencari Kepulauan Indonesia sekitar abad ke-15 dan 16 adalah pencarian rempah-rempah. Kedatangan bangsa Barat ke Indonesia tidak bersamaan, mereka juga menempuh jalur yang berbeda. Masuknya bangsa Eropa ke Indonesia diawali oleh bangsa Portugis, kemudian disusul Spanyol, Inggris, dan Belanda.

1.      Rute Penjelajahan Samudra Bangsa Portugis

Portugis dan Spanyol adalah dua bangsa Eropa yang menjadi pelopor penjelajahan samudra. Karena sempat terjadi perseteruan antara dua negara, lahirlah Perjanjian Tordesillas pada 7 Juni 1494. Lewat perjanjian tersebut, Portugis dan Spanyol sepakat membagi dunia menjadi dua bagian dengan garis demarkasi/khayal yang membentang dari Kutub Utara ke Kutub Selatan. Daerah di sisi barat garis adalah kekuasaan Spanyol, sementara Portugis di sisi timur. Oleh karena itu, dalam melakukan penjelajahan samudra bangsa Portugis menempuh jalur timur, yakni lewat pantai barat Afrika sampai ke Tanjung Harapan, kemudian menyusuri pantai timur Afrika menuju ke Kalikut (India), terus ke timur hingga akhirnya mencapai Kepulauan Indonesia melalui Selat Malaka. Pada 1511, bangsa Portugis telah menduduki Malaka dan setahun kemudian tiba di Maluku.

2.      Rute Penjelajahan Samudra Bangsa Spanyol

Akibat Perjanjian Tordesillas, jalur pelayaran bangsa Spanyol ke Indonesia untuk pertama kalinya bertolak berlakang dari bangsa Portugis. Bangsa Spanyol, di bawah pimpinan Fernando de Magelhaens atau Ferdinand Magellan, menempuh jalur barat. Pada 20 September 1513, Fernando de Magelhaens beserta lima kapalnya (San Antonio, Concepcion, Victoria, Santiago, Trinidad) bertolak dari Spanyol menuju ke barat, melayari Samudra Atlantik. Setelah dua bulan berlayar, ekspedisi Magelhaens telah melewati Brazil, Argentina, dan memasuki samudra yang sangat tenang, yang kemudian dinamai Pasifik. Pada Maret 1520, armada Magelhaens mencapai Kepulauan Filipina. Namun, karena Magelhaens meninggal di Filipina, rombongan yang tersisa melanjutkan pelayaran di bawah pimpinan Kapten Sebastian del Cano, yang mencapai Kepulauan Maluku pada November 1521.

Secara garis besar, rute pelayarannya adalah Spanyol - Samudra Atlantik - pantai timur Benua Amerika - selat di ujung selatan Benua Amerika (kemudian dinamai Selat Magellan) - Samudra Pasifik - Filipina - Indonesia.

3.      Rute Penjelajahan Samudra Bangsa Inggris

Jalur pelayaran Inggris ke Indonesia sama dengan rute bangsa Spanyol. Pasalnya, ekspedisi Inggris memang diberi misi oleh Ratu Elizabeth I untuk memerangi Spanyol. Pada 1577, armada Inggris di bawah pimpinan Francis Drake meninggalkan London dan menyeberangi Samudra Atlantik. Pada Oktober 1578, rombongan Francis Drake mencapai Pasifik dan mendarat di Filipina pada 1579. Tidak berselang lama, Francis Drake mencapai Kepulauan Maluku, tepatnya di Ternate.

4.      Rute Penjelajahan Samudra Bangsa Belanda

Orang Belanda yang pertama kali berhasil mendarat di Nusantara adalah Cornelis de Houtman, tepatnya di Banten pada 27 Juni 1596. Dengan dibantu Jan Hugyen van Linschoten, yakni orang Belanda yang pernah ikut bangsa Portugis ke Indonesia, penjelajah Belanda mendapatkan informasi mengenai rute penjelajahan samudra. Kendati demikian, bangsa Belanda tidak masuk ke Indonesia melalui Malaka seperti halnya Portugis, tetapi melalui Selat Sunda. Secara garis besar, penjelajahan samudra bangsa Belanda menuju Indonesia menempuh rute Belanda - Pantai Barat Afrika - Tanjung Harapan - Samudra Hindia - Selat Sunda - Banten. Belanda sengaja melewati rute yang lebih jauh demi menghindari Portugis yang berkedudukan di India dan Malaka. Ketika mencapai Tanjung Harapan, bangsa Belanda memilih rute sendiri dengan mengambil jalan lurus ke timur, tidak menyusuri pantai timur Afrika dan India. Setelah menyusuri Samudra Hindia, sampailah rombongan Cornelis de Houtman di Selat Sunda dan akhirnya berlabuh di Banten.

PENGERITAN KOLONIALISME DAN IMPERIALISME

1.       PENGERTIAN KOLONISME DAN IMPERIALISME Istilah kolonialisme berasal dari bahasa Yunani, yaitu ' colonia ' yang artinya tan...