Salah satu latar belakang para pedagang Eropa mencari Kepulauan Indonesia sekitar abad ke-15 dan 16 adalah pencarian rempah-rempah. Kedatangan bangsa Barat ke Indonesia tidak bersamaan, mereka juga menempuh jalur yang berbeda. Masuknya bangsa Eropa ke Indonesia diawali oleh bangsa Portugis, kemudian disusul Spanyol, Inggris, dan Belanda.
1.
Rute Penjelajahan Samudra Bangsa Portugis
Portugis dan Spanyol adalah dua bangsa Eropa yang menjadi pelopor
penjelajahan samudra. Karena sempat terjadi perseteruan antara dua negara,
lahirlah Perjanjian Tordesillas pada 7 Juni 1494. Lewat perjanjian tersebut,
Portugis dan Spanyol sepakat membagi dunia menjadi dua bagian dengan garis
demarkasi/khayal yang membentang dari Kutub Utara ke Kutub Selatan. Daerah di
sisi barat garis adalah kekuasaan Spanyol, sementara Portugis di sisi timur.
Oleh karena itu, dalam melakukan penjelajahan samudra bangsa Portugis menempuh
jalur timur, yakni lewat pantai barat Afrika sampai ke Tanjung Harapan,
kemudian menyusuri pantai timur Afrika menuju ke Kalikut (India), terus ke
timur hingga akhirnya mencapai Kepulauan Indonesia melalui Selat Malaka. Pada
1511, bangsa Portugis telah menduduki Malaka dan setahun kemudian tiba di
Maluku.
2.
Rute Penjelajahan Samudra Bangsa Spanyol
Akibat Perjanjian Tordesillas, jalur pelayaran bangsa Spanyol ke
Indonesia untuk pertama kalinya bertolak berlakang dari bangsa Portugis. Bangsa
Spanyol, di bawah pimpinan Fernando de Magelhaens atau Ferdinand Magellan,
menempuh jalur barat. Pada 20 September 1513, Fernando de Magelhaens beserta
lima kapalnya (San Antonio, Concepcion, Victoria, Santiago, Trinidad) bertolak
dari Spanyol menuju ke barat, melayari Samudra Atlantik. Setelah dua bulan
berlayar, ekspedisi Magelhaens telah melewati Brazil, Argentina, dan memasuki
samudra yang sangat tenang, yang kemudian dinamai Pasifik. Pada Maret 1520,
armada Magelhaens mencapai Kepulauan Filipina. Namun, karena Magelhaens
meninggal di Filipina, rombongan yang tersisa melanjutkan pelayaran di bawah
pimpinan Kapten Sebastian del Cano, yang mencapai Kepulauan Maluku pada
November 1521.
Secara garis besar, rute pelayarannya adalah Spanyol - Samudra
Atlantik - pantai timur Benua Amerika - selat di ujung selatan Benua Amerika
(kemudian dinamai Selat Magellan) - Samudra Pasifik - Filipina - Indonesia.
3.
Rute Penjelajahan Samudra Bangsa Inggris
Jalur pelayaran Inggris ke Indonesia sama dengan rute bangsa
Spanyol. Pasalnya, ekspedisi Inggris memang diberi misi oleh Ratu Elizabeth I
untuk memerangi Spanyol. Pada 1577, armada Inggris di bawah pimpinan Francis
Drake meninggalkan London dan menyeberangi Samudra Atlantik. Pada Oktober 1578,
rombongan Francis Drake mencapai Pasifik dan mendarat di Filipina pada 1579. Tidak
berselang lama, Francis Drake mencapai Kepulauan Maluku, tepatnya di Ternate.
4.
Rute Penjelajahan Samudra Bangsa Belanda
Orang Belanda yang pertama kali berhasil mendarat di Nusantara
adalah Cornelis de Houtman, tepatnya di Banten pada 27 Juni 1596. Dengan
dibantu Jan Hugyen van Linschoten, yakni orang Belanda yang pernah ikut bangsa
Portugis ke Indonesia, penjelajah Belanda mendapatkan informasi mengenai rute
penjelajahan samudra. Kendati demikian, bangsa Belanda tidak masuk ke Indonesia
melalui Malaka seperti halnya Portugis, tetapi melalui Selat Sunda. Secara
garis besar, penjelajahan samudra bangsa Belanda menuju Indonesia menempuh rute
Belanda - Pantai Barat Afrika - Tanjung Harapan - Samudra Hindia - Selat Sunda
- Banten. Belanda sengaja melewati rute yang lebih jauh demi menghindari
Portugis yang berkedudukan di India dan Malaka. Ketika mencapai Tanjung
Harapan, bangsa Belanda memilih rute sendiri dengan mengambil jalan lurus ke
timur, tidak menyusuri pantai timur Afrika dan India. Setelah menyusuri Samudra
Hindia, sampailah rombongan Cornelis de Houtman di Selat Sunda dan akhirnya
berlabuh di Banten.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar